Kamis, 22 Januari 2015

spora


TUGAS LAYANAN REFERENSI PRAKTIK TENTANG ASTRONOMY
(Nt. SPORA)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH

NAMA   : YENI AGITA GULO
NIM       : 132201036
KELAS  : B/ DIII-PERPUSTAKAAN



 







MEDICAL EDUCATION : NT. MEDICINE STUDY AND TEACHING

Alasan memilih Astronomy
Nt. Spora
Karena : Saya ingin mempelajari lebih detail  dan mengetahui apa itu spora dan penyebabnya terjadinya spora. Saya juga ingin lebih mengetahui apa kaitannya astronomi dengan spora.


PENGELOMPOKAN SPORA  DAN DESKRIPSINYA

  • JOURNAL


3.       Spora [jurnal asosiasi muda mudi rasional]

4.       Identifikasi Spora Jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) pada Tanah Tercemar Minyak Bumi di Bojonegoro


6.      Jurnal biologi sumatera

7.      Jurnal khusus perkembangbiak tumbuhan paku







·         INTERNET LINK

1)    Spora

http://id.wikipedia.org/wiki/Spora

Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap spesies. Fungsi spora sebagai alat persebaran (dispersi) mirip dengan biji, meskipun berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi. Tumbuhan berbiji dipandang dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora.

Daftar isi

Jenis-jenis spora

Pengertian spora berlaku umum, dalam arti tidak memandang bagaimana atau oleh spesies apa ia dibentuk. Akibatnya banyak istilah yang menggunakan kata ini. Penggunaan istilah spora meluas di lingkungan tumbuhan yang tidak berbiji (seperti paku-pakuan dan lumut-lumutan), fungi, Myxozoa, dan bakteri.

Jenis spora menurut fungsi

  • Spora sebagasdsai alat persebaran untuk tumbuhan berpembuluh non-biji, lumut, fungi, dan Myxozoa. Spora dengan pengertian ini dikenal juga sebagai diaspora.
  • Endospora dan eksospora, merupakan spora yang dibentuk oleh bakteri tertentu (dari divisio Firmicuta) sebagai alat pertahanan hidup dalam kondisi ekstrem.
Beberapa istilah lain juga menggunakan kata spora, seperti sporozoit dan sporoblas namun sama sekali bukan spora.

Jenis spora berdasarkan pembentukannnya

Spora yang dihasilkan dari meiosis dinamakan meiospora dan yang dihasilkan dari mitosis dinamakan mitospora.

2)    Pengertian Spora (Mikrospora, Megaspora, Endospora)
Dalam biologi, spora adalah unit reproduksi aseksual yang dapat disesuaikan untuk penyebaran dan untuk bertahan hidup, sering untuk waktu yang lama, dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Sebaliknya, gamet adalah unit reproduksi seksual. Spora merupakan bagian dari siklus kehidupan banyak tanaman, ganggang, jamur dan protozoa. Pada bakteri, spora bukan bagian dari siklus seksual tetapi struktur bertahan digunakan untuk bertahan hidup dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Spora biasanya haploid dan uniseluler dan diproduksi oleh meiosis dalam sporangium dari sporofit diploid. Di bawah kondisi yang menguntungkan spora dapat berkembang menjadi organisme baru dengan menggunakan pembelahan mitosis, menghasilkan gametofit multiseluler, yang akhirnya terus memproduksi gamet. Dua gamet menyatu untuk membentuk zigot yang berkembang menjadi sporofit baru. Siklus ini dikenal sebagai pergantian generasi.
Spora merupakan tubuh reproduktif kecil yang biasanya uniseluler. Spora biasanya diproduksi secara aseksual. Banyak jenis bakteri, protozoa, jamur, ganggang, dan tanaman menghasilkan spora. Sebagian besar organisme ini menghasilkan spora, yang ketika suhu dan kondisi lingkungan lainnya yang menguntungkan, berkembang menjadi organisme baru. Tanaman berbiji menghasilkan dua jenis spora-mikrospora, yang berkembang menjadi serbuk sari, dan megaspora, yang berkembang menjadi kantung embrio, di mana telur yang dibuahi.

Banyak bakteri menghasilkan endospora, spora yang memiliki lapisan tebal yang melindungi mereka dari panas yang ekstrim dan kekeringan. Protozoa parasit yang dikenal sebagai sporozoans menghasilkan sporozoit, spora yang menyebabkan penyakit menular pada hewan. Tidak seperti organisme penghasil spora lainnya, jamur yang besar seperti jamur biasanya menghasilkan spora seksual. Tanaman dan ganggang bersel banyak melewati siklus hidup di mana mereka bergantian menghasilkan spora aseksual dan sel kelamin.
Spora merupakan individu sangat kecil sehingga mereka hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Sebagian besar spora dihasilkan oleh jamur, pakis, dan lumut adalah bubuk dan tersebar seperti mengambang di udara. Spora dari alga yang sebagian besar ditularkan melalui air dan dapat berenang dengan menggunakan flagela (ekor).





 










A. Faktor-faktor Geografi yang Memengaruhi Perubahan Flora dan Fauna

Bentuk muka bumi ternyata memiliki pengaruh terhadap jenis dan persebaran flora dan fauna. Faktor-faktor yang memengaruhi itu ialah sebagai berikut.

1. Iklim

Unsur-unsur iklim yang banyak memengaruhi jenis dan persebaran flora dan fauna, antara lain:

a. suhu yang tinggi mengakibatkan asimilasi asam arang dan transpirasi. Hal ini berpengaruh terhadap rumah tangga air pada tumbuhan;
b. udara yang basah dan kering dapat berpengaruh terhadap transpirasi dan pembuahan, tetapi sebaliknya dapat melemahkan pertumbuhan;
c. angin menyebabkan biji-bijian dan spora tersebar ke mana-mana yang kemudian tumbuh di berbagai tempat.

Gambar 1. Peta persebaran biosfer dan tumbuhan. (Sumber: Kamus Visual)
2. Tanah

Sifat-sifat tanah, seperti teksturnya, strukturnya, kadar udara dan kadar air, suhunya, kadar kimiawi, serta unsur biologinya sangat menentukan jenis tanaman yang tumbuh di tempat itu.

3. Relief

Perbedaan tinggi rendahnya muka bumi berpengaruh terhadap angin dan juga suhu. Sedangkan angin dan suhu berpengaruh terhadap tetumbuhan serta terhadap kehidupan hewan.

Gambar 2. Relief (tinggi rendahnya permukaan bumi) berpengaruh terhadap tetumbuhan dan hewan. (Sumber: Kamus Visual, 2005)
4. Makhluk Hidup

Makhluk hidup (hewan dan manusia) dapat memengaruhi kehidupan di suatu tempat. Hewan, misalnya sapi, dengan cara memakan rumput, hewan itu dapat menggundulkan padang rumput dan mengubahnya menjadi padang pasir. Hal ini seperti yang terjadi di Pulau Sumba. Campur tangan manusia terhadap tumbuhan dan hewan dapat berakibat negatif dan positif, misalnya:

a. penebangan pohon yang sembarangan serta pemburuan binatang secara liar dapat memengaruhi kelestarian dan keseimbangan alam,
b. manusia dapat mengusahakan penyebaran jenis tumbuhtumbuhan serta membudidayakannya,
c. manusia pun dapat membantu terhadap kelestarian hewan, seperti membuat cagar alam dan suaka margasatwa.

4)    Biologi, Fisika, Dan Kimia Dan Perkembangannya Ditinjau Dari Ilmu Pengetahuan Modern Dan Islam

Biologi dan Perkembangan-nya

1.      Asal mula kehidupan menurut ilmu pengetahuan modern
Ada berbagai pendapat berupa hipotesis yang mengungkapkan asal mula kehidupan antara lain :
a.       Genetia Spontanea
Sebelum abad 17 orang menganggap bahwa makhluk hidup terbentukr secara spontan. Contoh :
Ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai
Cacing dari dalam lumpur
Gudang padi muncul tikus

Paham ini disebut Abiogenesis artinya makhluk hidup dapat terbentuk dari bukan makhkluk.misalnya dari lumpur timbul cacing. Paham ini di pelopori juga oleh Aristoteles.

b.      Cosmozoa
Ada pendapat bahwa makhluk hidup di bumi ini asal mula nya adalah dari luar bumi. Benda hidup yang datang itu mungkin berbentuk spora yang aktif jatuh ke bumi lalu berkembang biak. Hipotesis ini terlalu lemah karena tidak di dukung oleh fakta-fakta dan juga tidak menjawab asal mula kehidupan.

c.       Omme Vivum Ex ovo
Fransisco Redi (1626-1597 M) ahli biologi italia, dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat yangl sengaja di letakkan, dari banyak percobaan, ia memperoleh kesimpulan “bahwa asal mula kehidupan dari telur”(omne vivum ec ovo).

d.      Omme Vivum Ex vivo
Lazzaro Spallanzani (1729-1799 M) dari italia, dengan percobaan terhadap kaldu, membuktikan bahwa jasad remik atau mikroorganisme yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu. Bila di tutup rapat setelah mendidih tidak membusuk. Ia berpendapat adanya telur harus ada jasad (omne ovo exvivo).

e.       Omne Vivum exvivo
Louis Pasteur (1822-1895 M) sarjana kimia Prancis melanjutkan percobaan Lazzaro Spallanzani dengan percobaan berbagai mikroorganisme, tumbuh kehidupan yang baru atau di sebut omne vivum exvivo, disebut juga Biologenesis.

f.       Teori Uray
Harold Uray (1893 M) ahli kimia dari amerika serikat, mengemukakan atmosfer bumi pada awalnya kaya akan gas metana (CH4), amoniak (NH3),hydrogen (H2), dan air (H2o). Zat itu merupakan unsur-unsur penting dalam tubuh makhluk hidup. Zat hidup yang mula-mulanya sama dengan keadaan virus sekarang. Berjuta-juta berkembang menjadi berbagai organisme.

g.      Teori Oparin-Haldane
A.l oparin ahli biologi dari rusia, 1924 M. pendapat nya tentang asal mula kehidupan tidak mendapat sambutan dari para ahli. Pada tahun 1963 M barulah di tanggapi dengan serius. Dalam berbagai bahasa J.B.S. Haldane ahli biologi bangsa Inggris secara terpisah mempunyai pendapat serupa, berikut ringkasannya ; Jasad hidup terbentuk dari senyawa kimiawi, senyawa ini antara lain adalah asam amino,purine dan basa pirimidin. dan senyawa golongan gula terbentuk pula senya wa polipeptda asam poliuneklat dan polisakarida, semuanya terbentuk atas bantuan sinar Ultra violet. Pada tahun 1953 M. Stanley L.Miller, ,murid uray membuat percobaan yang berlngsung 7 hari, baru di teliti hasil reaksinya. Perbedaan antara makhluk hidup dengan benda mati antaralain :
·         Bentuk dan ukuran
Makhluk hidup mempunyai bentuk dan ukuran,benda mati tidak. Contoh : Batu ada yang sebesar butir pasir dan ada yang sebesar gunung; Sedangkan manusia ukuran dan bentuk nya tertentu.

2.      Komposisi kimia
Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu, yaitu karbon (C), Hidrogen (H), oksigen (O) Nitrogen (N), sulfur (S), dan mineral. Benda mati komposisi kimia nya tidak tertentu.

3.      Organisme
Sel berbentuk jaringan, dan jaringan berbentuk organ, system organ membentuk proses hidup. Benda mati misalnya batu,susunan sedemikian rupa adalah dari hasil unsur pokok.

4.      Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan makanan, respirasi/pernapasan, sekresi dan ekresi.

5.      Iritabilitas
Makhluk hidup dapat memberikan reaksi pada perubahan, misalnya cahaya, gerakan, dan suhu.

6.      Reproduksi
Pada makhluk hidup,kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak.

7.      Tumbuh dan mempunyai daur hidup
Makhkluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan mempunyai daur hidup artinya melalui proses kelahiran tumbuh dewasa dan mati. [.....]


5)     Biologi dan Sejarah

http://sosialitasworld.blogspot.com/2013/03/archaebacteria-dan-eubacteria.html

 

Archaebacteria dan Eubacteria

Archaebakteria dan Eubacteria termasuk organisme prokariotik artinya tidak memiliki membaran initi dan umumnya ber satu.
Perbedaan Archaebatcteria dan bakteri ialah
  • Komponen archaebateria mempunyai dinding sel ,tidak mengandung peptidoglikan  
  • mempunya RNA polimerase yang terdiri dari beberapa jenis 
  • Lipid membran mempunyai hidrokarbon
  • Inton => ada 
  • Antibiotik steptomisin dan kloranfenikol tidak menghambat pertumbuhan
Sedangkan Eubacteria
  • Komponen archaebateria mempunyai dinding sel ,Mengandung peptidoglikan
  • mempunya RNA polimerase yang terdiri dari satu jenis 
  • Lipid membran mempunyai hidrokarbon tidak bercabang 
  • Inton => tidak ada 
  • Antibiotik steptomisin dan kloranfenikol menghambat pertumbuhan 

Menurut lingkungannya Archaebacteri dibedakan menjadi tiga kelompok
a.       Metanogen :hidup dilingkungan anaerobik ; memperoleh makanan dengan membusukkan sisa-sisa bahan organik ; menghasilkan gas metana (CH2) dari reduksi karbon hidroksida. contoh : Methanopyrus dan Methanobacterium. 
b.      Halofil :hiduo dilingkungan berkadar garam tinggi ; beberapa dapat berfotosintesis ;mengandung pigmen bakteriorodopsin ;contoh Haloccus.
c.       Termosidofil : hidup dilingkungan bersuhu tinggi dan bersigat asam ; umumnya autotrof dan mengoksidasi sulfur contoh ; Sulfolobus. 

Ciri-ciri bakteri 
a. dapat hidup di dalam tubuh organisme maupun dilingkungan luar 
b. berukuran lebar sekitar 0,5-1 mikron dan panjang sampai 10 mokron 
c. dindingsel tersusun atas peptidoglikan (ikatan polisakarida dan protein) 
d. membran sel tersusun dari fosfolipid dan protein 
e. ada yang bergerak dengan flagela dan ada yang dengan cara berguling. 
f. di lingkungan yang buru dapat membentuk endospora (spora didalam sel ).

Ada tiga macam bentuk bakteri, Yaitu sebagai berikut :
·         bakteri batang (basil) : basil tunggual (misalnya Salmonella typhi), diplobasil (berpasangan, misal Renibacterium),strptobasil (rantai, isalnya Bacillus anthracis). 
·         bentuk bulat (kokus) : monokokus (tunggal, misal Monococcus gonorrhoeae), diplokokus (berpasangan, misalnya Diplococcus pneumoniae), sarkina (8 sel berkelompok menyusun kubus,misalnya Sarcina sp), Streptokokus (rantai, misalnya Strptococcus lactis, tetrakokus ( 4 sel berkelompok membentuk bujur sangkar), stafilokokus (berkelompok seperti buah anggur misalnya Staphylococcus aureus). 
·         Bentuk spiral (sprilium) vibro ( koma, misalnya Vibrio cholerae ), spiroseta (spiral lentur, misalnya Treponema palidium), spiral (misalnya Spirillum minor). 

Struktur tubuh bakteri 
·         Kapsul ; dinding sel bakteri patogen diselubungi oleh lendirglikoprotein yang membentuk kapsul untuk bertahan antibodi sel inang dan kekeringan.
·         Flagela ; berfungsi sebagai alat gerak,berdasarkan letak dan jumlah flagela dibedakan menjadi motrik, amfitrik, lotofrik, da peritrik.
·         Dinding sel ,berdasrkan struktur pilsakarida dan protein dalam ndinding sel,bakteri dibedakan menjadi bakteri Gram positih dan gram negatif 
·         Membaran sel, bersifat semi permaeabe, mengatur keluar masuknya zat dari dan kedalam sel.
·         sitoplasma didalam sitplasma terdapat DNA,RNA ribosom,protein,karbohidrat, lemak, mineral, enzim dan kromatofora 
·         Mesosom ,tonjolan membaran penghasil energi.
·         Tilakoid; pelipatan membran berisi klororfil untuk fotosintesis pada bakteri autotrof.
·          DNA; berupa DNA sirkuler,disebut juga kromoson bakteri, merupakan inti bakteri.
·         Plasmid; DNA sirkuler nonkromosom
·         Ribosom; terususun atas protein dan RNA, berfungsii untuk sintesis untuk protein
·         Endospora; endospora berdinding tebal, tahan terhadap panas. 













·         FOTO RESOURCES




http://web.ipb.ac.id/%7Etpb/files/materi/bio100/Gambar/cendawan/jejak_spora.jpg
 










                                                                                                                        


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcf6b6_xWhlfjAWiRu81AHSOAQGY50xrE5o_UktW4yrCiWhCT4IbIIv9OyLaWAreWEz4cs4fIK9yfwCKuVtw9ZFChvmvk0PYMJYU16jPj8taj6pX-RQI3BOpW9lv_49qu0mxyDOxQ5Mgo/s320/siklus+Shitake.jpg
 


















https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj1uUADLbJOwzw_t2KQS6CPUWjA6ihmvpgE8CL5twL31X1-cttmNy9DydSsfvSkiBz_cBnCDrqxEyIY23lY0vGZ3YD1bTQ0WjSL57Hk5Sc_AqnJjyc-joue3lZJgN0kUuwyNe9uV9Mf7LF/s1600/1.png


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBz4uNuai1r7r9UQYm7gf5WHfyi0gzdhkWFQvduW_FMhZOMkSFHm5-dpg5vdfGqPDvtMZ_syUbWP03NmjsTtwNO4zq4GkTTwyow9N6K1abbFayeLj5I6E7_M1VKNnQ-kamv3LKAJhSMAA/s1600/Sorus.jpg
 































https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJEiri64ft4FpKinaEqUQnXQWdiiEOePdPzm5lUrnblARmLwkFum0qQ68Zz3AvtB_mycIbXgvjeXrKDEukm7Ph5ny4aPZG4MQpJ5lE38h24ITdAKMpbe07VwtsateO7-lJhWJWTnxWvRc/s1600/www.sibarasok.net.jpg



http://image.slidesharecdn.com/pewarnaansporapadabakteri-130227151303-phpapp02/95/pewarnaan-spora-pada-bakteri-kelas-115-6-638.jpg?cb=1362495099
 



























·       BOOK

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar