TUGAS LAYANAN
REFERENSI PRAKTIK TENTANG ASTRONOMY
(Nt. SPORA)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA : YENI AGITA GULO
NIM : 132201036
KELAS : B/ DIII-PERPUSTAKAAN
MEDICAL
EDUCATION : NT. MEDICINE STUDY AND TEACHING
Alasan
memilih Astronomy
Nt. Spora
Karena :
Saya ingin mempelajari lebih detail dan mengetahui
apa itu spora dan penyebabnya terjadinya spora. Saya juga ingin lebih
mengetahui apa kaitannya astronomi dengan spora.
Nama Blog : www.yeniagitagulo.blogspot.com
PENGELOMPOKAN SPORA DAN
DESKRIPSINYA
- JOURNAL
3.
Spora [jurnal
asosiasi muda mudi rasional]
4.
Identifikasi
Spora Jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) pada Tanah Tercemar Minyak Bumi
di Bojonegoro
6. Jurnal
biologi sumatera
7. Jurnal
khusus perkembangbiak tumbuhan paku
·
INTERNET LINK
1) Spora
http://id.wikipedia.org/wiki/Spora
Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang
terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada
lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap spesies.
Fungsi spora sebagai alat persebaran (dispersi) mirip dengan biji, meskipun
berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi. Tumbuhan berbiji dipandang
dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora.
Daftar isi
Jenis-jenis spora
Pengertian spora berlaku umum,
dalam arti tidak memandang bagaimana atau oleh spesies apa ia dibentuk.
Akibatnya banyak istilah yang menggunakan kata ini. Penggunaan istilah spora
meluas di lingkungan tumbuhan yang tidak berbiji (seperti paku-pakuan
dan lumut-lumutan),
fungi, Myxozoa, dan bakteri.
Jenis spora menurut fungsi
- Spora sebagasdsai alat persebaran untuk tumbuhan berpembuluh non-biji, lumut, fungi, dan Myxozoa. Spora dengan pengertian ini dikenal juga sebagai diaspora.
- Endospora dan eksospora, merupakan spora yang dibentuk oleh bakteri tertentu (dari divisio Firmicuta) sebagai alat pertahanan hidup dalam kondisi ekstrem.
- Klamidospora (chlamydospore), fungsinya mirip dengan endospora, tetapi dihasilkan oleh fungi.
- Zigospora sebagai alat persebaran haploid dari fungi Zygomycota. Spora ini berdinding tebal dan dapat tumbuh madasdenjadi konidium atau zigosporangium.
Beberapa istilah lain juga menggunakan
kata spora, seperti sporozoit dan sporoblas namun sama sekali
bukan spora.
Jenis spora berdasarkan pembentukannnya
Spora yang dihasilkan dari meiosis dinamakan
meiospora dan yang dihasilkan dari mitosis dinamakan
mitospora.
- Contoh penghasil meiospora: paku air, rane, tumbuhan lumut, tumbuhan berbiji. Meiospora menumbuhkan organisme haploid (disebut protonema pada tumbuhan lumut dan disebut protalus pada rane dan paku air) yang menghasilkan spermatozoid dan sel telur. Pada tumbuhan berbiji, meiospora tumbuh menjadi serbuk sari (pollen) dan kantung embrio.
- Contoh penghasil mitospora: sebagian besar paku-pakuan, sebagian besar fungi. Pada paku-pakuan, mitospora tumbuh menjadi protalus yang setelah dewasa menjadi protalium.
2)
Pengertian Spora (Mikrospora,
Megaspora, Endospora)
Dalam biologi, spora adalah unit
reproduksi aseksual yang dapat disesuaikan untuk penyebaran dan untuk bertahan
hidup, sering untuk waktu yang lama, dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Sebaliknya, gamet adalah unit reproduksi seksual. Spora merupakan bagian dari
siklus kehidupan banyak tanaman, ganggang, jamur dan protozoa. Pada bakteri, spora bukan bagian
dari siklus seksual tetapi struktur bertahan digunakan untuk bertahan hidup
dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Spora biasanya haploid dan uniseluler dan diproduksi
oleh meiosis dalam sporangium dari sporofit diploid. Di bawah kondisi yang
menguntungkan spora dapat berkembang menjadi organisme baru dengan menggunakan
pembelahan mitosis, menghasilkan gametofit multiseluler, yang akhirnya terus
memproduksi gamet. Dua gamet menyatu untuk membentuk zigot yang berkembang menjadi sporofit
baru. Siklus ini dikenal sebagai pergantian generasi.
Spora merupakan tubuh reproduktif kecil yang biasanya
uniseluler. Spora biasanya diproduksi secara aseksual. Banyak jenis bakteri,
protozoa, jamur, ganggang, dan tanaman menghasilkan spora. Sebagian besar
organisme ini menghasilkan spora, yang ketika suhu dan kondisi lingkungan
lainnya yang menguntungkan, berkembang menjadi organisme baru. Tanaman berbiji
menghasilkan dua jenis spora-mikrospora, yang berkembang menjadi serbuk sari,
dan megaspora, yang berkembang menjadi kantung embrio, di mana telur yang
dibuahi.
Banyak bakteri menghasilkan endospora, spora yang
memiliki lapisan tebal yang melindungi mereka dari panas yang ekstrim dan
kekeringan. Protozoa parasit yang dikenal sebagai sporozoans menghasilkan
sporozoit, spora yang menyebabkan penyakit menular pada hewan. Tidak seperti
organisme penghasil spora lainnya, jamur yang besar seperti jamur biasanya
menghasilkan spora seksual. Tanaman dan ganggang bersel banyak melewati siklus
hidup di mana mereka bergantian menghasilkan spora aseksual dan sel kelamin.
Spora merupakan individu sangat kecil sehingga mereka hanya dapat dilihat
dengan bantuan mikroskop. Sebagian besar spora dihasilkan oleh jamur, pakis,
dan lumut adalah bubuk dan tersebar seperti mengambang di udara. Spora dari
alga yang sebagian besar ditularkan melalui air dan dapat berenang dengan
menggunakan flagela (ekor).
A.
Faktor-faktor Geografi yang Memengaruhi Perubahan Flora dan Fauna
Bentuk
muka bumi ternyata memiliki pengaruh terhadap jenis dan persebaran flora
dan fauna. Faktor-faktor yang memengaruhi itu ialah sebagai berikut.
1.
Iklim
Unsur-unsur
iklim yang banyak memengaruhi jenis dan persebaran flora dan fauna, antara
lain:
a.
suhu yang tinggi mengakibatkan asimilasi asam arang dan transpirasi. Hal
ini berpengaruh terhadap rumah tangga air pada tumbuhan;
b.
udara yang basah dan kering dapat berpengaruh terhadap transpirasi dan
pembuahan, tetapi sebaliknya dapat melemahkan pertumbuhan;
c. angin
menyebabkan biji-bijian dan spora tersebar ke mana-mana yang kemudian
tumbuh di berbagai tempat.
2.
Tanah
Sifat-sifat
tanah, seperti teksturnya, strukturnya, kadar udara dan kadar air,
suhunya, kadar kimiawi, serta unsur biologinya sangat menentukan jenis
tanaman yang tumbuh di tempat itu.
3.
Relief
Perbedaan
tinggi rendahnya muka bumi berpengaruh terhadap angin dan juga suhu.
Sedangkan angin dan suhu berpengaruh terhadap tetumbuhan serta terhadap
kehidupan hewan.
Gambar
2. Relief (tinggi rendahnya permukaan bumi) berpengaruh terhadap
tetumbuhan dan hewan. (Sumber: Kamus Visual, 2005)
|
4.
Makhluk Hidup
Makhluk
hidup (hewan dan manusia) dapat memengaruhi kehidupan di suatu tempat.
Hewan, misalnya sapi, dengan cara memakan rumput, hewan itu dapat
menggundulkan padang rumput dan mengubahnya menjadi padang pasir. Hal ini
seperti yang terjadi di Pulau Sumba. Campur tangan manusia
terhadap tumbuhan dan hewan dapat berakibat negatif dan positif, misalnya:
a.
penebangan pohon yang sembarangan serta pemburuan binatang secara liar
dapat memengaruhi kelestarian dan keseimbangan alam,
b.
manusia dapat mengusahakan penyebaran jenis tumbuhtumbuhan serta
membudidayakannya,
c.
manusia pun dapat membantu terhadap kelestarian hewan, seperti membuat
cagar alam dan suaka margasatwa.
4)
Biologi, Fisika, Dan Kimia Dan Perkembangannya
Ditinjau Dari Ilmu Pengetahuan Modern Dan Islam
Biologi dan Perkembangan-nya
1.
Asal mula kehidupan menurut
ilmu pengetahuan modern
Ada berbagai pendapat
berupa hipotesis yang mengungkapkan asal mula kehidupan antara lain :
a.
Genetia Spontanea
Sebelum abad 17 orang
menganggap bahwa makhluk hidup terbentukr secara spontan. Contoh :
Ulat timbul dengan
sendirinya dari bangkai
Cacing dari dalam lumpur
Gudang padi muncul tikus
Paham ini disebut
Abiogenesis artinya makhluk hidup dapat terbentuk dari bukan makhkluk.misalnya
dari lumpur timbul cacing. Paham ini di pelopori juga oleh Aristoteles.
b.
Cosmozoa
Ada pendapat bahwa
makhluk hidup di bumi ini asal mula nya adalah dari luar bumi. Benda hidup yang
datang itu mungkin berbentuk spora yang aktif jatuh ke bumi lalu
berkembang biak. Hipotesis ini terlalu lemah karena tidak di dukung oleh
fakta-fakta dan juga tidak menjawab asal mula kehidupan.
c.
Omme Vivum Ex ovo
Fransisco Redi (1626-1597 M)
ahli biologi italia, dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal
dari telur lalat yangl sengaja di letakkan, dari banyak percobaan, ia
memperoleh kesimpulan “bahwa asal mula kehidupan dari telur”(omne vivum ec
ovo).
d.
Omme Vivum Ex vivo
Lazzaro Spallanzani
(1729-1799 M) dari italia, dengan percobaan terhadap kaldu, membuktikan bahwa
jasad remik atau mikroorganisme yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu.
Bila di tutup rapat setelah mendidih tidak membusuk. Ia berpendapat adanya
telur harus ada jasad (omne ovo exvivo).
e.
Omne Vivum exvivo
Louis Pasteur (1822-1895 M)
sarjana kimia Prancis melanjutkan percobaan Lazzaro Spallanzani dengan
percobaan berbagai mikroorganisme, tumbuh kehidupan yang baru atau di sebut
omne vivum exvivo, disebut juga Biologenesis.
f.
Teori Uray
Harold Uray (1893 M) ahli
kimia dari amerika serikat, mengemukakan atmosfer bumi pada awalnya kaya akan
gas metana (CH4), amoniak (NH3),hydrogen (H2), dan air (H2o). Zat itu merupakan
unsur-unsur penting dalam tubuh makhluk hidup. Zat hidup yang mula-mulanya sama
dengan keadaan virus sekarang. Berjuta-juta berkembang menjadi berbagai
organisme.
g.
Teori Oparin-Haldane
A.l oparin ahli biologi dari
rusia, 1924 M. pendapat nya tentang asal mula kehidupan tidak
mendapat sambutan dari para ahli. Pada tahun 1963 M barulah di tanggapi
dengan serius. Dalam berbagai bahasa J.B.S. Haldane ahli biologi bangsa Inggris
secara terpisah mempunyai pendapat serupa, berikut ringkasannya ; Jasad hidup
terbentuk dari senyawa kimiawi, senyawa ini antara lain adalah asam
amino,purine dan basa pirimidin. dan senyawa golongan gula terbentuk pula senya
wa polipeptda asam poliuneklat dan polisakarida, semuanya terbentuk atas
bantuan sinar Ultra violet. Pada tahun 1953 M. Stanley L.Miller, ,murid uray
membuat percobaan yang berlngsung 7 hari, baru di teliti hasil reaksinya.
Perbedaan antara makhluk hidup dengan benda mati antaralain :
·
Bentuk dan ukuran
Makhluk hidup mempunyai
bentuk dan ukuran,benda mati tidak. Contoh : Batu ada yang sebesar
butir pasir dan ada yang sebesar gunung; Sedangkan manusia ukuran dan
bentuk nya tertentu.
2.
Komposisi kimia
Makhluk hidup mempunyai
komposisi kimia tertentu, yaitu karbon (C), Hidrogen (H), oksigen (O) Nitrogen
(N), sulfur (S), dan mineral. Benda mati komposisi kimia nya tidak tertentu.
3.
Organisme
Sel berbentuk jaringan, dan
jaringan berbentuk organ, system organ membentuk proses hidup. Benda mati
misalnya batu,susunan sedemikian rupa adalah dari hasil unsur pokok.
4.
Pada makhluk hidup terjadi
pengambilan dan penggunaan makanan, respirasi/pernapasan, sekresi dan ekresi.
5.
Iritabilitas
Makhluk hidup dapat
memberikan reaksi pada perubahan, misalnya cahaya, gerakan, dan suhu.
6.
Reproduksi
Pada makhluk
hidup,kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak.
7.
Tumbuh dan
mempunyai daur hidup
Makhkluk hidup mengalami
proses pertumbuhan dan mempunyai daur hidup artinya melalui proses kelahiran
tumbuh dewasa dan mati. [.....]
5) Biologi dan Sejarah
http://sosialitasworld.blogspot.com/2013/03/archaebacteria-dan-eubacteria.html
Archaebacteria dan Eubacteria
Archaebakteria
dan Eubacteria termasuk organisme prokariotik artinya tidak memiliki membaran
initi dan umumnya ber satu.
Perbedaan
Archaebatcteria dan bakteri ialah
- Komponen archaebateria mempunyai dinding sel ,tidak mengandung peptidoglikan
- mempunya RNA polimerase yang terdiri dari beberapa jenis
- Lipid membran mempunyai hidrokarbon
- Inton => ada
- Antibiotik steptomisin dan kloranfenikol tidak menghambat pertumbuhan
Sedangkan Eubacteria
- Komponen archaebateria mempunyai dinding sel ,Mengandung peptidoglikan
- mempunya RNA polimerase yang terdiri dari satu jenis
- Lipid membran mempunyai hidrokarbon tidak bercabang
- Inton => tidak ada
- Antibiotik steptomisin dan kloranfenikol menghambat pertumbuhan
Menurut
lingkungannya Archaebacteri dibedakan menjadi tiga kelompok
a. Metanogen
:hidup dilingkungan anaerobik ; memperoleh makanan dengan membusukkan sisa-sisa
bahan organik ; menghasilkan gas metana (CH2) dari reduksi karbon hidroksida. contoh
: Methanopyrus dan Methanobacterium.
b. Halofil
:hiduo dilingkungan berkadar garam tinggi ; beberapa dapat berfotosintesis ;mengandung
pigmen bakteriorodopsin ;contoh Haloccus.
c. Termosidofil
: hidup dilingkungan bersuhu tinggi dan bersigat asam ; umumnya autotrof dan
mengoksidasi sulfur contoh ; Sulfolobus.
Ciri-ciri
bakteri
a. dapat hidup
di dalam tubuh organisme maupun dilingkungan luar
b. berukuran
lebar sekitar 0,5-1 mikron dan panjang sampai 10 mokron
c. dindingsel
tersusun atas peptidoglikan (ikatan polisakarida dan protein)
d. membran sel
tersusun dari fosfolipid dan protein
e. ada yang
bergerak dengan flagela dan ada yang dengan cara berguling.
f. di lingkungan
yang buru dapat membentuk endospora (spora didalam sel ).
Ada tiga macam
bentuk bakteri, Yaitu sebagai berikut :
·
bakteri batang (basil)
: basil tunggual (misalnya Salmonella typhi), diplobasil (berpasangan, misal
Renibacterium),strptobasil (rantai, isalnya Bacillus anthracis).
·
bentuk bulat (kokus) :
monokokus (tunggal, misal Monococcus gonorrhoeae), diplokokus (berpasangan,
misalnya Diplococcus pneumoniae), sarkina (8 sel berkelompok menyusun
kubus,misalnya Sarcina sp), Streptokokus (rantai, misalnya Strptococcus lactis,
tetrakokus ( 4 sel berkelompok membentuk bujur sangkar), stafilokokus
(berkelompok seperti buah anggur misalnya Staphylococcus aureus).
·
Bentuk spiral
(sprilium) vibro ( koma, misalnya Vibrio cholerae ), spiroseta (spiral lentur,
misalnya Treponema palidium), spiral (misalnya Spirillum minor).
Struktur
tubuh bakteri
·
Kapsul ; dinding sel
bakteri patogen diselubungi oleh lendirglikoprotein yang membentuk kapsul untuk
bertahan antibodi sel inang dan kekeringan.
·
Flagela ; berfungsi
sebagai alat gerak,berdasarkan letak dan jumlah flagela dibedakan menjadi
motrik, amfitrik, lotofrik, da peritrik.
·
Dinding sel ,berdasrkan
struktur pilsakarida dan protein dalam ndinding sel,bakteri dibedakan menjadi
bakteri Gram positih dan gram negatif
·
Membaran sel, bersifat
semi permaeabe, mengatur keluar masuknya zat dari dan kedalam sel.
·
sitoplasma didalam
sitplasma terdapat DNA,RNA ribosom,protein,karbohidrat, lemak, mineral, enzim
dan kromatofora
·
Mesosom ,tonjolan
membaran penghasil energi.
·
Tilakoid; pelipatan
membran berisi klororfil untuk fotosintesis pada bakteri autotrof.
·
DNA; berupa DNA sirkuler,disebut juga kromoson
bakteri, merupakan inti bakteri.
·
Plasmid; DNA sirkuler
nonkromosom
·
Ribosom; terususun atas
protein dan RNA, berfungsii untuk sintesis untuk protein
·
Endospora; endospora
berdinding tebal, tahan terhadap panas.
·
FOTO RESOURCES
![]() |
![]() |
![]() |
||
![]() |
||
![]() |
|||
![]() |
|||






Tidak ada komentar:
Posting Komentar